Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Khutbah Jum'at Khutbah Jum'at Khutbah Jum'at
Khutbah Jum'at Khutbah Jum'at Khutbah Jum'at
  • Home
  • Buletin Ilmu
  • STAIMA SINTANG
  • Berita
  • Home
  • Buletin Ilmu
  • STAIMA SINTANG
  • Berita
Subscribe
Close

Search

Blog

KHUTBAH JUM’AT

By khutbahjumat@gmail.com
September 24, 2026 7 Min Read
0

Berlindung dari Empat Keburukan

Oleh : Dr. Masruri, M.Pd.I

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَـقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ إِلاَّ اللّٰه وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللّٰه، اَللّٰهُـمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللّٰه، أُوْصِيْنِيِ نَفْسِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللّٰه، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. وَقَالَ تَعَالَى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.                   يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا،

.

Jamaah shalat Jumat rahimakumullah

Yang pertama dalam kesempatan yang mulia ini, dihari yang mulia marilah kita senantiasa memanjatkan segala puji syukur kepada Allah yang senantiasa melimpahkan nikmatnya kepada kita, baik nikmat yang tampak oleh panca indra kita yaitu nikmat dzohiriyah maupun nikmat yang tidak tampak akan tetapi dapat kita rasakan kenikmatannya yaitu nikmat batiniah yang tentunya semua itu wajib kita yakini bahwa semua itu adalah datangnya dari Allah SWT. Dengan demikian akan menjadikan diri kita sebagai hamba yang pandai bersyukur atas nikmat-Nya.

Kedua, mari kita haturkan Shalawat serta salam kepada junjungan kita, panutan kita Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarga, sahabat dan orang-orang yang senantiasa meneladani mereka dengan ihsan, sampai datangnya hari kebangkitan. Rasulullah adalah seorang pemimpin yang paling berjasa menyelamatkan umat dari kebobrokan moral menuju jaman peradaban yang senantiasa kita kenang perjuangannya sepanjang zaman. Oleh karena itu sudah sepatutnya kita memperbanyak sholawat salam dengan harapan kelak akan mendapatkan pertolongan dimana pada saat itu tiada pertolongan kecuali melalui syafaat rosulullah SAW.

Selanjutnya pada kesempatan yang mulia ini pula,  kembali khatib mengajak kepada jamaah sekalian untuk sama-sama senantiasa meningkatkan iman dan taqwa kita kepda Allah SWTdengan sebenar-benarnya taqwa, yakni dengan melaksanakan semua perintah-perintahnya, dan menjauhi serta meninggalkan apa yang sudah menjadi larangan-larangannya. Dengan demikian kita akan mendapatkan kebaikan, kebahagiaan dan keselamatan baik ketika kita masih hidup di dunia yang fana ini maupun di akhirat tempat kita kembali dan tinggal selamany.

Kaum muslimin rahimakumullah

Dalam menjalani kehidupan ini baik dalam sosial kemasyarakatan maupun sebagai hamba Allah tentunya kita ingin mendapatkan kebahagiaan, dan keselamatan sehingga akan merasa nyaman. Semua itu bisa dapat kita rasakan apabila kita mengikuti aturan-aturan yang telah ditetapkan. Untuk mewujudkannya tentunya perlu kesadaran yang tinggi, usaha yang maksimal dan perjuangan yang tiada henti, yang semua itu harus kita lakukan serta untaian doa yang kita panjatkan.

Di antara doa yang sering dilantunkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alahi wasalallam, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi No. 3482 dan Imam Abu Daud No. 1549, dari Abdullah Bin Amru, adalah doa meminta perlindungan kepada Allah Ta’ala dari empat keburukan.

Doa tersebut berbunyi,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، ومِنْ دُعَاءٍ لاَ يُسْمَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ، وَمِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَؤُلَاءِ الْأَرْبَعِ.

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari hati yang tidak pernah khusuk, dari doa yang tidak didengar, dari nafsu yang tidak pernah puas, dan dari ilmu yang tidak bermanfaat. Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari empat keburukan ini.”

Pada doa di atas, Nabi kita mengajarkan kepada kita untuk menjadi orang yang baik maka kita harus berlindung kepada Allah dari empat perkara yang dapat merusak. Keempat perkara tersebut wajib dijauhi oleh setiap Muslim sejauh-jauh-jauhnya, karena empat perkara tersebut akan dapat lahir berbagai macam prilaku keburukan dan kerusakan.

Kaum muslimin rahimakumullah

Empat perkara yang kita harus berlindungkepadanya adalah :

Pertama: Berlindung dari hati yang tidak pernah merasakan khusuk

Hati bagi manusia memiliki peran yang sangat penting. Hati memiliki pengaruh yang besar terhadap perilaku manusia. Apabila hati manusia itu baik maka akan melahirkan perilaku yang baik pula, akan tetapi juga sebaliknya apabila hati manusia ini tidak baik atau sakit maka sudah barang tentu perilakunya juga tidak baik hal ini sesuai dengan hadits nabi Muhammad SAW yang artinta:

أَلاَ وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ

“Ketahuilah, di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging. Jika ia baik, seluruh tubuh baik; jika ia rusak, seluruh tubuh rusak. Ketahuilah itu adalah hati” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyadari betapa sentralnya fungsi hati. Oleh karena itu, beliau memohon perlindungan kepada Allah dari hati yang tidak merasakan khusyuk, yakni kondisi ketika hati tidak merasakan kenikmatan dalam beribadah dan bermunajat kepada-Nya.

Sebagaimana Allah firmankan dalam al-Quran Surat az-Zumar ayat 22,

فَوَيْلٌ لِلْقَاسِيَةِ قُلُوبُهُمْ مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ أُولَئِكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

“Maka celakalah mereka yang hatinya telah membatu untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.”

Betapa pentingnya hati, maka marilah kita jaga hati kita agar tetap baik dan sehat sehingga akan pelahirkan perilaku yang baik dalam menjalankan aktifitas sehari-hari baik dalam kehidupan sosial masyarakat maupun dalam menghambakan diri kepada Allah SWT.

Untuk menjaga hati agar tetap baik dan sehat, maka kita juga harus mewaspadai dan menjauhi perkara-perkara yang bisa membuat hati kita rusak atau tidak baik. Setidaknya ada 6 perkara yang bisa membuat hati manusia tidak baik yang harus kita hindari dan jauhi, 6 perkara tersebut adalah:

  1. Melakukan dosa dengan harapan ia bisa bertaubat di kemudian hari.
  2. Memiliki ilmu namun tidak mengamalkannya.
  3. Tidak ikhlas dalam beramal.
  4. Tidak bersyukur dalam menikmati reaeki yang diberikan Allah.
  5. Tidak ridha dengan ketetapan Allah.
  6. Mengubur orang mati namun tidak mengambil pelajaran darinya.

Maasyiral muslimin…….

Kedua: Berlindung dari doa yang tidak didengar!

Doa adalah senjata orang beriman dengan memohon kepada Allah, berharap segala keluh kesah kita diangkat. Namun, yang terjadi justru seolah-olah doa itu tak sampai ke langit, doa-doa kita belum juga dikabulkan. Padahal kita sudah memanjatkan doa kepada Allah di siang dan malam. Lantas, apa penyebab doa tidak terkabul? Kenapa doa tidak dikabulkan? Salah satu penghalang terkabulnya doa yang sering luput disadari adalah sikap hati dan amal perbuatan yang belum sesuai dengan ajaran Islam.

Dalam ajaran Islam, terdapat jaminan bahwa Allah SWT akan mengabulkan doa para hamba-Nya. Allah SWT berforman dalam surah Ghafir:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

Ada banyak penyebab doa tidak terkabul yang tanpa kita sadari sering dilakukan. setidaknya ada beberapa perkara yang dapat menjadi penghalang doa. Hal ini juga dikemukakan oleh Allamah Sayyid Abdullah bin Alawi al-Haddad dalam kitabnya bertajuk Nafaisul Uluwiyyah fi al-Masail al-Sufiyyah.

Penyebab doa tidak dikabulkan yang tanpa sadari dilakukan:

  1. Mengenal Allah Tapi Tidak Menunaikan Hak-Nya

      Penyebab doa tidak terkabul pertama adalah ketika seseorang mengenal Allah, namun tidak menunaikan hak-Nya. Kita tahu bahwa Allah Maha Kuasa, Maha Penyayang, namun dalam keseharian kita tidak menegakkan tauhid, lalai dari ibadah, dan tidak bersungguh-sungguh dalam menjauhi syirik atau maksiat.

      2. Membaca Al-Qur’an Tapi Tidak Mengamalkannya

      Banyak orang membaca Al-Qur’an, bahkan mengkhatamkannya berkali-kali, namun tidak menjadikannya sebagai petunjuk hidup. Padahal, Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tapi diamalkan.

      3. Mengaku Cinta Nabi Tapi Meninggalkan Sunnahnya

      Mengklaim cinta kepada Rasulullah SAW tapi enggan meneladani sunnah beliau adalah bentuk inkonsistensi. Cinta sejati kepada Nabi dibuktikan dengan mengikuti ajarannya, baik dalam ibadah, akhlak, maupun muamalah,

      4. Menyebut Setan Sebagai Musuh, Tapi Justru Mentaatinya

      Kita tahu bahwa setan adalah musuh yang nyata, namun masih saja menuruti bisikannya: melakukan dosa, menunda taubat, dan meninggalkan shalat.

      إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا

      Inna asy-syaithāna lakum ‘aduwwun fattaẖiżūhu ‘aduwwā

      Artinya: “Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh.” (QS. Fathir: 6) Ini adalah penghalang terkabulnya doa karena kita tidak bersungguh-sungguh memusuhi setan sebagaimana perintah Allah. Masih melakukan berbagai dosa seperti ghibah, mengambil hak orang lain, dan segala sesuatu yang dilarang oleh Allah SWT.

      5. Memakan Harta Atau Barang Haram

      Setiap muslim harus mencari nafkah dengan cara yang halal dan thayyib. Salah satu penyebab doa tidak terkabul adalah memakan harta atau barang haram.

      6. Mengaku Rindu Surga Tapi tTdak Beramal Untuknya

      Bermimpi masuk surga adalah fitrah, tapi surga tidak diberikan cuma-cuma. Jika kita hanya berharap namun enggan beramal, itu menjadi penyebab doa tidak terkabul. Surga diraih dengan ketekunan dalam ibadah dan keikhlasan hati.

      7. Mengaku Takut Neraka Tapi Tidak Menjauhi Sebab-Sebabnya

      Orang yang benar-benar takut neraka akan berusaha menjauhkan diri dari segala bentuk maksiat. Namun jika ucapan tidak sesuai dengan perbuatan, maka ketidakkonsistenan ini menjadi penghalang terkabulnya doa. Agar doa cepat terkabul, kita harus menjauhkan diri dari seluruh perbuatan yang membawa kita ke neraka.

      Ketiga: Berlindung dari nafsu yang tidak pernah puas

      Allah SWT menciptakan manusia sebagai makhluk yang memiliki hawa nafsu. Hawa nafsu yaitu dorongan atau keinginan dalam diri manusia yang berkaitan dengan hasrat, perasaan, dan kecenderungan untuk melakukan sesuatu. Tidak semua hawa nafsu selalu bermakna buruk, karena dorongan ini dapat mengarah pada kebutuhan manusia seperti makan, bekerja, menikah, dan hal baik lainnya. Namun, hawa nafsu yang buruk dapat membahayakan manusia, terutama bagi mereka yang sulit mengendalikannya.

      Dalam ajaran Islam, Muslim dianjurkan untuk mengendalikan hawa nafsu agar tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.

      “Adapun orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sungguh, surgalah tempat tinggalnya.” (QS. An-Nazi’at: 40–41)

      Jika seseorang tidak bisa mengendalikan hawa nafsunya, maka ia akan terus mengejar keinginan untuk memuaskan hawa nafsu dan tidak pernah merasa cukup.
      Tidak mengherankan apabila seseorang memiliki sifat ini, maka ia tidak akan pernah puas dengan apa yang Allah berikan kepadanya. Nafsunya senantiasa menuntut lebih. Dengan demikian, tidak jarang menjadikan pemiliknya bersifat rakus, tamak, dan culas.

      Keempat: Berlindung dari ilmu yang tidak bermanfaat

      Ilmu yang tidak bermanfaat ada dua macamnya.

      Pertama, tidak bermanfaat secara dzatnya, seperti ilmu sihir, perdukunan, dan ilmu meramal. Semua ini adalah ilmu yang tidak membawa manfaat sedikit pun. Justru membawa mudharat kepada pemiliknya dan orang lain.

      Kedua, yaitu ilmu secara dzatnya bermanfaat, seperti ilmu yang berasal dari al-Quran dan hadits, namun pemiliknya tidak mengamalkannya, atau menyelisihi apa yang telah dipelajari atau niat mencari ilmu bukan mengharap keridhaan Allah Ta’ala.

      Demikianlah materi khutbah Jumat dengan tema “Berlindung dari Empat Keburukan” yang bisa kami sampaikan. Semoga, kita semua dijauhkan dan dilindungi oleh Allah dari empat keburukan yang disebutkan dalam hadits Nabi di atas.

      بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

      Author

      khutbahjumat@gmail.com

      Follow Me
      Other Articles
      Previous

      JANGAN HALALKAN SEGALA CARA MESKI HIDUP SEDANG SULIT

      Next

      KHUTBAH JUM’AT

      No Comment! Be the first one.

      Leave a Reply Cancel reply

      Your email address will not be published. Required fields are marked *

      Copyright 2026 — Khutbah Jum'at. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme