Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Khutbah Jum'at Khutbah Jum'at Khutbah Jum'at
Khutbah Jum'at Khutbah Jum'at Khutbah Jum'at
  • Home
  • Buletin Ilmu
  • STAIMA SINTANG
  • Berita
  • Home
  • Buletin Ilmu
  • STAIMA SINTANG
  • Berita
Subscribe
Close

Search

Blog

JANGAN HALALKAN SEGALA CARA MESKI HIDUP SEDANG SULIT

By khutbahjumat@gmail.com
September 17, 2026 6 Min Read
0

KHUTBAH JUM’AT

Jangan Halalkan Segala Cara Meski Hidup Sedang Sulit

OLEH : Sobirin, M.Pd.I

Khutbah Ke-1

 إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَمَّا بَعْـدُ

فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُونَ اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ، قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ: أَعُوذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ، بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا

Segala puji marilah kita haturkan kepada Allah SWT yang telah memberikan berbagai nikmat-Nya kepada kita sehingga sampai saat ini kita masih bisa memenuhi undangan-Nya untuk menghadiri sholat jumat berjama’ah di masjid ini. Sholawat dan salam tetap tercurahkan kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW beliaulah sang penutup para nabi dan imamnya orang-orang yang bertaqwa serta suri tauladan bagi seluruh umat manusia.

Tak jemu-jemu pada setiap khutbah, khatib mengingatkan, mengajak, dan menyerukan kepada seluruh jamaah dan umumnya kepada seluruh umat Islam untuk senantiasa meningkatkan dan menguatkan ketakwaan kepada Allah swt. Selain menjadi rukun dalam khutbah yang wajib disampaikan oleh para khatib di dalam khutbahnya, wasiat takwa ini menjadi sebuah peringatan dan ajakan penting untuk menjadikan kehidupan manusia di dunia terarah sesuai dengan ketentuan Allah swt. Karena takwa itu sendiri adalah sebuah komitmen untuk menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi apa yang dilarang oleh Allah.

Jama’ah Jum’at Rohimakumullah

Adapun judul Khutbah Jum’at pada kali ini yang berjudul : Jangan Halalkan Segala Cara Meski Hidup Sedang Sulit

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah di surat At-Taubah ayat 119:   

 يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْنَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tetaplah bersama orang-orang yang benar!”

Sebagai kelompok ekonomi menengah ke bawah, kita merasakan bahwa akhir-akhir ini kita dihadapkan pada kondisi yang serba sulit. Harga kebutuhan pokok melonjak naik, BBM mulai merangkak naik, bahkan di beberapa SPBU mulai terbatas stoknya, dan lowongan pekerjaan semakin sempit serta tidak mudah diakses.    Dalam situasi seperti ini, tidak sedikit di antara kita yang imannya mulai diuji dan perlahan goyah. Sebagian tergoda menempuh jalan pintas, mencari keuntungan dengan cara-cara yang tidak jujur, bahkan sampai menghalalkan segala cara demi segera lepas dari himpitan kesulitan.   Pada titik yang lebih jauh, ada yang terjerumus hingga berani merampas hak dan harta orang lain, seolah-olah keadaan dapat membenarkan tindakan yang keliru. 

Dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 188 Allah SWT berfirman:

وَلَا تَأْكُلُوْٓا اَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوْا بِهَآ اِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوْا فَرِيْقًا مِّنْ اَمْوَالِ النَّاسِ بِالْاِثْمِ وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ ࣖ

Artinya: “Janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada para hakim dengan maksud agar kamu dapat memakan sebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa, padahal kamu mengetahui.”

Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah,  

Surat Al-Baqarah ayat 188 menegaskan larangan keras untuk mengambil atau merampas harta orang lain dalam bentuk apa pun dan dalam kondisi apa pun.  Imam Al-Baghawi dalam kitab Ma’alim at-Tanzil fi Tafsir al-Qur’an (jilid 1, hlm. 210) menerangkan bahwa larangan “memakan harta sesama dengan cara yang batil” berarti mengambil harta dengan cara yang tidak dibenarkan oleh Allah.   Simak penjelasan lengkapnya;

Artinya: “Yakni, janganlah sebagian kalian memakan harta sebagian yang lain dengan cara yang batil, yaitu dengan cara yang tidak dibenarkan oleh Allah. Asal makna ‘batil’ adalah sesuatu yang hilang (tidak bernilai/lenyap). Memakan harta secara batil itu memiliki berbagai bentuk; bisa melalui perampasan dan penjarahan, bisa pula melalui jalan yang melalaikan seperti perjudian dan upah dari hal-hal yang tidak dibenarkan seperti (yang diharamkan) dan semisalnya, dan bisa juga melalui suap serta pengkhianatan.”

Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah,  

Jangan sampai kesulitan hidup justru menyeret kita untuk merampas hak milik orang lain. Sebab ketika hati mulai terbiasa membenarkan cara yang keliru, perlahan batas antara yang halal dan yang haram akan memudar, hingga akhirnya terasa samar dan tidak lagi dipedulikan.   Pada mulanya mungkin hanya berupa “sedikit” yang diambil, dengan dalih keadaan yang mendesak dan kebutuhan yang harus dipenuhi.

Namun jika terus dibiarkan, kebiasaan itu dapat tumbuh menjadi keberanian untuk mengambil lebih besar lagi, bahkan tanpa lagi disertai rasa bersalah atau penyesalan.   Bahkan dalam hadits, Nabi Muhammad SAW telah memperingatkan dan mengancam umatnya yang melampaui batas dengan mengambil hak orang lain. Diriwayatkan oleh Imam Muslim, bersumber dari Abu Umamah:

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ أَنَّ رَسُولَ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: ‌مَنِ ‌اقْتَطَعَ ‌حَقَّ ‌امْرِئٍ ‌مُسْلِمٍ ‌بِيَمِينِهِ، فَقَدْ أَوْجَبَ اللّٰهُ لَهُ النَّارَ وَحَرَّمَ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ، فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ: وَإِنْ كَانَ شَيْئًا يَسِيرًا يَا رَسُولَ اللّٰهِ؟ قَالَ: وَإِنْ قَضِيبًا مِنْ أَرَاكٍ   

Artinya: Dari Abu Umamah r.a., Rasulullah SAW bersabda: “Siapa saja yang mengambil hak seorang muslim dengan sumpahnya secara tidak benar, maka Allah mewajibkan baginya neraka dan mengharamkan baginya surga.” Lalu seorang laki-laki bertanya, “Wahai Rasulullah, meskipun itu sesuatu yang sedikit?” Beliau menjawab, “Meskipun hanya sebatang kayu dari pohon (kayu siwak)” (HR. Muslim)

Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah,  

Sejatinya, kesempitan hidup bukan alasan untuk melanggar batas yang telah ditetapkan, termasuk mencuri harta dan berbuat curang. Allah telah mengingatkan dalam surat Al-Baqarah ayat 188 agar kita tidak memakan harta orang lain dengan cara yang batil. Maka, dalam kondisi apa pun, pastikan setiap rupiah yang kita bawa pulang berasal dari jalan yang halal, meskipun sedikit dan terasa lambat.

Sebagai masyarakat dengan ekonomi menengah ke bawah yang paling terdampak karena situasi sulit ini, kita jangan sampai mencuri, merampas, dan mengambil sesuatu yang menjadi milik orang lain.    Hindari juga segala bentuk kecurangan, sekecil apa pun, yakni tidak menipu dalam jual beli, tidak memanipulasi pekerjaan, dan tidak tergoda jalan pintas yang melanggar aturan.   

Jamaah kaum muslimin yang dirahmati oleh Allah,

Begitu pula bagi para pejabat yang memiliki amanah dan wewenang, hendaknya kebijakan yang dibuat benar-benar berpihak kepada rakyat. Arahkan keputusan untuk memudahkan urusan masyarakat, meringankan beban mereka, dan menghadirkan kebijakan yang adil. Jika memungkinkan, berikan subsidi atau salurkan dana sosial kepada kelompok yang paling rentan agar mereka tetap mampu bertahan dalam situasi sulit. Dan yang paling penting, jangan sekali-kali tergoda untuk melakukan korupsi, terlebih di tengah kondisi yang justru menuntut kejujuran dan kepedulian yang lebih besar.

Sebab Rasulullah SAW telah mengingatkan dengan tegas bahwa siapa pun yang mengambil hak orang lain dengan cara yang batil akan mendapatkan ancaman berat, bahkan meskipun yang diambil itu hanya sesuatu yang kecil. Ini menjadi peringatan bahwa sekecil apa pun bentuk pengkhianatan terhadap amanah tetap memiliki konsekuensi di sisi Allah.  

Semoga Allah memberi kita kekuatan untuk bertahan di jalan yang benar, meskipun dalam keadaan yang paling sulit.

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah

Demikian khutbah singkat yang dapat kami sampaikan semoga menjadikan pelajaran dan manfaat bagi kita semua dalam mensyi’arkan ajaran islam.

بَارَكَاللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ القُرْآنِ العَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَ الذِكْرِ الحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَا وَتَهُ إنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَحِيْمُ

KhutbahKe-2

 لْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلَى إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا اِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إِلَى رِضْوَانِهِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا المُسْلِمُوْنَ اِتَّقُوْا اللّٰهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى  

وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللّٰهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلَآئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعَالَى إِنَّ اللّٰهَ وَمَلَآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah

Pada khutbah ke dua ini, khotib menyampaikan sebuah ayat Alqur’an QS. Al-Baqarah Ayat 186:

 يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَرْضِ حَلٰلًا طَيِّبًاۖ وَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ ۝١٦٨

Artinya: “Wahai sekalian manusia! Makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu.

Sebagai penutup, marilah kita berdo’a kepala Allah SWT, dengan harapan senantiasa kita dapat mendapatkan rizqi yang telah Allah berikan dimuka bumi ini dengan cara yang halal dan baik, ,

كُلُّ لَحْمٍ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ فَالنَّارُ أَوْلَى بِهِ

“Setiap daging yang tumbuh dari sesuatu yang haram, maka neraka lebih berhak atasnya.”

 اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْياءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

اللَّهُمَّ أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَاَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

 عٍبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ  

Author

khutbahjumat@gmail.com

Follow Me
Other Articles
Previous

Peringatan Allah bagi mereka yang merusak alam

Next

KHUTBAH JUM’AT

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2026 — Khutbah Jum'at. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme