Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
Khutbah Jum'at Khutbah Jum'at Khutbah Jum'at
Khutbah Jum'at Khutbah Jum'at Khutbah Jum'at
  • Home
  • Buletin Ilmu
  • STAIMA SINTANG
  • Berita
  • Home
  • Buletin Ilmu
  • STAIMA SINTANG
  • Berita
Subscribe
Close

Search

Blog

Peringatan Allah bagi mereka yang merusak alam

By khutbahjumat@gmail.com
September 9, 2026 5 Min Read
0

KHUTBAH JUM’AT

Peringatan Allah Bagi Mereka Yang Merusak Alam

Oleh : Sobirin, M.Pd.I

Khutbah I  

الحَمْدُ لله الَّذِي جَعَلَ فِي السَّمَاءِ بُرُوجًا وَجَعَلَ فِيهَا سِرَاجًا وَقَمَرًا مُنِيرًا وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ خِلْفَةً لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يَذَّكَّرَ أَوْ أَرَادَ شُكُورًا أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ لِلْعَالَمِيْنَ بَشِيَرًا وَنَذِيْرًا اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ الله! إِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وِلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مسْلموْنَ. قَالَ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الكَرِيمِ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ: {ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُون

Jama’ah Jum’at Rohimakumullah

Segala puji marilah kita haturkan kepada Allah SWT yang telah memberikan berbagai nikmat-Nya kepada kita sehingga sampai saat ini kita masih bisa memenuhi undangan-Nya untuk menghadiri sholat jumat berjama’ah di masjid ini.

Sholawat dan salam tetap tercurahkan kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW beliaulah sang penutup para nabi dan imamnya orang-orang yang bertaqwa serta suri tauladan bagi seluruh umat manusia.

Adapun judul Khutbah Jum’at pada kali ini yang berjudul : Peringatan Allah bagi Mereka yang Merusak Alam

pada kesempatan ini izinkan khotib berwasita kepada diri khotib pribadi, dan pada jamaah umumnya, marilah kita senentiasa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita dimanapun dan dalam kondisi apapun kita berada, selalu mengingat tujuan awal kita diciptakan hanya untuk mengabdi kepada Allah SWT. Semoga kita menjadi insan yang tidak lupa dan selalu melaksanakan apa yang diwajibkan dan selalu memnjauhi apa yang dilarang oleh Allah. SWT.

Jama’ah Jum’at Rohimakumullah

Akhir-akhir ini, kita dihadapkan dengan kondisi alam yang kerap tidak bersahabat dengan manusia. Kekeringan, gempa bumi, kebakaran hutan dan berbagai musibah alam lainnya datang silih berganti. Pada saat  saudara-saudara kita yang ditimpa musibah gempa bumi belum sepenuhnya pulih, musibah asap kebakaran hutan juga melanda saudara-saudara kita di Kalimantan dan Sumatera.   Namun, harus kita sadari bahwa berbagai fenomena dan bencana alam yang terjadi tidak selalu bersifat alamiah. Terkadang, berbagai bencana dan fenomena merupakan cara alam merespons tindakan serakah dan eksploitatif yang dilakukan oleh manusia. Banjir, tanah longsor, kebakaran hutan dan berbagai bencana lainnya seringkali disebabkan oleh kelalaian dan keserakahan manusia dalam berinteraksi dengan alam.

Kerusakan dan bencana alam yang terjadi akibat ulah manusia ini sudah digariskan Allah SWT dalam surat Ar-Rum ayat 41. Allah SWT berfirman: 

  ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ  

Artinya: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. (Melalui hal itu) Allah membuat mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar-Rum: Ayat 41).

Hadirin Jama’ah Shalat Jum’at Rahimakumullah  

Kerusakan-kerusakan yang disebutkan tadi bukan terjadi tanpa alasan. Namun, ia seringkali muncul sebagai akibat dari maksiat dan tindakan semena-mena yang  dilakukan manusia.   Syaikh Musthafa al-Maraghi dalam Tafsir Al-Maraghi juz 21 hal 55 menjelaskan bahwa kezaliman dan keserakahan menjadi sebab utama datangnya bencana. Lebih jauh lagi, ia menjelaskan bahwa prilaku dan karakter tersebut lahir dari hawa nafsu yang tidak terkendali, yang disertai dengan lemahnya iman.   Dalam kondisi seperti ini, manusia akan bertindak semena-mena terhadap alam. Ketika keimanan dan keyakinan seseorang lemah, maka tidak ada rem yang dapat mengendalikan hawa nafsunya untuk berbuat kerusakan. Inilah yang menjadi akar masalah dari tindakan eksploitatif yang merusak harmoni serta keseimbangan alam.  

Berbagai kerusakan dan bencana yang terjadi barangkali adalah dampak dari kemaksiatan kita, baik maksiat kepada Allah maksiat kepada diri sendiri, maksiat kepada sesama manusia, bahkan maksiat kepada alam. Itu sebabnya Abul ‘Aliyah.  Sebagaimana dikutip oleh Ibnu Katsir dalam Tafsirnya juz 6 hal. 287, mengatakan bahwa: “Barangsiapa yang maksiat kepada Allah ,maka sungguh ia telah melakukan kerusakan di bumi. Karena sesungguhnya, bumi dan langit akan menjadi baik dan lestari dengan sebab ketaatan.”  

Hadirin Jama’ah Shalat Jum’at Rahimakumullah

​Dalam ayat lain, Allah SWT menjelaskan bahwa tindakan eksploitatif terhadap alam adalah prilaku orang-orang munafik. Dalam surat Al-Baqarah ayat 205, Allah SWT berfirman:

 وَاِذَا تَوَلّٰى سَعٰى فِى الْاَرْضِ لِيُفْسِدَ فِيْهَا وَيُهْلِكَ الْحَرْثَ وَالنَّسْلَۗ وَ اللّٰهُ لَا يُحِبُّ الْفَسَادَ  

Artinya: “Apabila berpaling (dari engkau atau berkuasa), dia berusaha untuk berbuat kerusakan di bumi serta merusak tanam-tanaman dan ternak. Allah tidak menyukai kerusakan.” (QS. Al-Baqarah: Ayat 205)  

Ayat ini memberikan gambaran tentang perilaku orang munafik yang selalu berupaya melakukan kerusakan terhadap ekosistem dan kelestarian lingkungan. Menurut sebagian ulama, kata تولى dimaknai sebagai pemimpin. Artinya, ketika mereka menjadi pemimpin, maka tindakan dan kebijakannya selalu berdampak kepada kerusakan lingkungan, bahkan berpotensi menyebabkan punahnya berbagai jenis biota.   Terkait hal ini Imam Ar-Razi menjelaskan:

    الْقَوْلُ الثَّانِي: فِي تَفْسِيرِ قَوْلِهِ: وَإِذا تَوَلَّى وَإِذَا صَارَ وَالِيًا فَعَلَ مَا يَفْعَلُهُ وُلَاةُ السُّوءِ مِنَ الْفَسَادِ فِي الْأَرْضِ بِإِهْلَاكِ الْحَرْثِ وَالنَّسْلِ    

Artinya: ” Pendapat kedua tentang penafsiran ayat وَإِذا تَوَلَّى adalah, ketika orang munafik menjadi pemimpin maka ia akan melakukan apapun yang dilakukan oleh para pemimpin yang buruk, seperti melakukan kerusakan di bumi dengan membinasakan tanaman dan keturunan.  

Hadirin Jama’ah Shalat Jum’at Rahimakumullah  

 Karena itu, marilah kita senantiasa melestarikan lingkungan tempat kita hidup. Kita bisa mulai dari diri kita sendiri untuk tidak membuang sampah sembarang, menjaga kebersihan lingkungan, menanam pohon, dan tindakan lain yang bertujuan untuk melestarikan alam.   Kemudian, jika kita sebagai pemangku kebijakan, gunakanlah wewenang yang dimiliki untuk mendorong gerakan pelestarian lingkungan. Jangan sampai kebijakan yang kita buat justru menjadi pemicu kerusakan alam.   Sebab, tindakan semena-mena yang kita lakukan terhadap alam hari ini bukan hanya akan mendatangkan bencana di dunia, tetapi pelakunya juga akan diancam dengan siksa yang pedih di akhirat kelak. 

Demikian khutbah singkat yang dapat khotib sampaikan semoga menjadikan pelajaran dan renungan bagi kita semua dalam menjaga alam semesta ini.

بَارَكَاللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ القُرْآنِ العَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَ الذِكْرِ الحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَا وَتَهُ إنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَحِيْمُ

KHUTBAH KE-2

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.

أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ 

أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَ مَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah

Pada khutbah ke dua ini, khotib menyampaikan ayat al-qur’an surah Al-A’rof Ayat : 56

وَلَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ بَعْدَ اِصْلَاحِهَا وَادْعُوْهُ خَوْفًا وَّطَمَعًاۗ اِنَّ رَحْمَتَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِيْنَ ۝٥٦

Artinya : Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diatur dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik.

Sebagai penutup, marilah kita berdo’a kepala Allah SWT, dengan harapan senantiasa kita dapat menjalankan amanah dan istiqomah dalam menjalankan kewajiban dan menjauhi apa yang dilarang oleh Allah SWT. Amii. Amiii…yaa robbal ‘alamin…

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Author

khutbahjumat@gmail.com

Follow Me
Other Articles
Previous

Innovative Friday Khutbah Formats

Next

JANGAN HALALKAN SEGALA CARA MESKI HIDUP SEDANG SULIT

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright 2026 — Khutbah Jum'at. All rights reserved. Blogsy WordPress Theme